Skype Perkuat Kerjasama dengan Rejim China Dalam Sensor Internet

tomskype1.jpg

Dyamic Internet Technology (DIT), sebuah perusahaan yang bermarkas di Amerika Utara terkenal dengan produknya yang mengesampingkan sensor Internet, baru-baru ini telah ditemukan bahwa pelayanan telepon internet Skype sedang bekerjasama dengan penyensoran internet di China. Pada hari Senin (24/9) DIT mengumumkan bahwa ia telah menguji dan menetapkan bahwa Skype.com mengalihkan arus kunjungan-kunjungan dari IP address China ke homepage Tom-Skype yang memiliki kemampuan Trojan Horse.

Tahun lalu, majalah Business Week dan Radio Free Asia melaporkan bahwa Tom-Skype – sebuah versi Mandarin dari pelayanan yang dibangun dalam kolaborasi dengan China’s Tom.com – menyaring lalu lintas frase-frase sensitif seperti misalnya Dalai Lama dan Falun Gong. Human Rights Watch sejak itu telah meminta karena Skype menerbitkan semua kemampuan Trojan-nya dan menyaring kata-kata kunci.

Tidak lama kemudian, DIT menghimbau pengguna Skype di China untuk mendownload software langsung dari website Skype AS dan menghindari versi Tom-Skype, namun dengan persekongkolan baru Skype dengan kampanye sensor Internet China, cara ini tidak lagi merupakan pilihan yang aman. Rekomendasi terakhir DIT bagi para pengguna di China menggunakan sebuah link langsung: http://www.skype.com/intl/zh-Hans/helloagain.html.

Meski demikian yang lainnya telah menemukan cara yang berbeda untuk menghindari Tom-Skype. Pada hari Selasa (25/9), Zhang Qi dari Pan-Blue Alliance – sebuah network group daratan China – mengatakan bahwa kawan-kawannya telah mendownload versi Taiwan dari software Skype untuk menghindari masalah yang berhubungan dengan Tom-Skype.

Skype telah menjadi suatu alat komunikasi yang populer di antara para aktivis demokrasi di daratan China dalam tahun-tahun terakhir. Karena kejernihan suaranya yang baik sekali, sedikit pembatasan yang dipaksakan, dan fitur enkripsi end-to-end membuatnya sulit untuk dimonitor, banyak para aktivis demokrasi China telah menyukai Skype lebih dari telepon-telepon tradisional dan alat-alat komunikasi serupa lainnya. Awal tahun ini, Forum HAM China, menyelenggarakan Peringatan Pembantaian Masal 4 Juni di Tiananmen menggunakan Skype, dan lebih dari 70 orang telah berpartisipasi dalam acara tersebut.

Sementara Skype senang dengan berjuta-juta pengguna di seluruh dunia, pembatasan-pembatasan terhadap pelayanan tersebut niscaya akan membuatnya kurang menarik bagi mereka di China. Seorang pengguna internet di China, yang tidak ingin diketahui identitasnya, menyebutkan bahwa promosi Skype ke khalayak ramai China belum begitu sukses. “Karena peraturan komunikasi di negeri ini, para pengguna Skype tidak dapat menggunakannya untuk panggilan telepon, sehingga ia kehilangan manfaat kompetisinya di pasar ini,” katanya.

Sumber: The Epoch Times

Lihat berita dalam versi bahasa Inggris, klik di sini.

Tinggalkan Balasan