Ditahan di Penjara Shanghai tanpa pengadilan, dipukuli hingga lumpuh
The Epoch Times, 31 Agustus 2007
Tulang tengkorak Mr. Xiong Wenqi terlihat akibat pukulan-pukulan dan penganiayaan saat di penjara.
China-Menurut sebuah laporan pada website minghui.org pada tanggal 20 Agustus 2007, baru-baru ini terungkap bahwa praktisi Falun Gong Xiong Wenqi telah dianiaya di Penjara Tilanqiao Shanghai. Karena keyakinannya terhadap Falun Gong, Mr. Xiong telah dipukuli secara kejam, ia telah lumpuh dari pinggang ke bawah, dan tekanan darahnya telah turun menjadi 40/21 karena shock.
Mr. Xiong Wenqi yang berumur 35 tahun tengah bekerja sebagai pegawai di Administrasi Komersial dan Industri di Daerah Putuo, Shanghai. Ia mulai berlatih Falun Gong pada tahun 1997. Rejim Komunis China melarang Falun Gong pada tahun 1999, dan Mr. Xiong berpikir bahwa penindasan pemerintah terhadap para praktisi mungkin karena kesalahpahaman. Diluar keyakinan terhadap pemerintah, ia mengirimkan 17 surat kepada pemerintah di berbagai tingkat, menjelaskan tentang manfaat kebaikan Falun Gong. Dalam surat-surat ini, Mr. Xiong menjelaskan perubahan-perubahan positif dalam jiwa dan raganya karena berlatih Falun Gong untuk menunjukkan bahwa Falun Gong memiliki banyak manfaat, bukannya kerugian, terhadap negara dan warganegara China.
Karenanya, ia ditangkap setiap kali ia mengajukan petisi untuk Falun Gong, dan setiap kali ia ditangkap, Penjara Tilanqiao Shanghai akan menganiayanya hingga ia hampir meninggal sebelum membebaskan dia karena alasan kesehatan. Begitu ia sembuh sedikit, dia akan dijemput lagi. Dalam tahun-tahun ia ditahan di Penjara Tilanqiao Shanghai, ia ditaruh dalam kurungan yang terpencil, melarang kunjungan apapun dari keluarga dan temannya, dan diikat pada sebuah tempat tidur selama setahun. Itu adalah masa-masa dimana ia tidak dapat mengontrol kandung kemih dan usus besarnya. Akhirnya, otot-otot di seluruh tubuhnya mulai berhenti tumbuh dan ia menjadi lumpuh dari pinggang ke bawah.
Sudut lain dari luka-luka Mr. Xiong Wenqi
Pada bulan April 2005 ketika polisi penjara telah memerintahkan dan bersekongkol dengan tahanan lainnya untuk terus menerus menganiaya seorang yang lumpuh dan bertubuh lemah; Mr. Xiong, dengan menggunakan cara-cara yang tidak manusiawi. Mereka menuangkan serbuk cabai dan balsem ke dalam hidungnya dan menggosokkan campurannya ke dalam matanya. Mereka mengangkat dan melemparkannya ke atas lantai semen dan ke arah tembok batu bata, mengatakan ini akan membantunya mengendurkan otot dan urat dagingnya.
Demi untuk memperoleh pengurangan masa penahanan mereka, para narapidana itu membangunkan Mr. Xiong, yang otot-otonya sudah menyusut, pada jam 5 atau 6 pagi dan memaksanya untuk duduk sampai jam 8 atau 9 malam. Mr. Xiong harus duduk di atas sebuah “bangku khusus,” dengan permukaan yang bergelombang, selama 15 jam sehari. Rasa nyeri yang timbul membuatnya merasa seperti lebih baik mati daripada hidup. Jika ia menolak duduk seperti yang diperintahkan, ia tidak akan diberikan tidur malam itu.
Lebih dari itu, para tahanan menampari mukanya dan menendang punggungnya. Mukanya menjadi cacat karena memar-memar dan bengkak. Kulit kepalanya terkoyak begitu dalam hingga tulang tengkoraknya kelihatan. Polisi penjara memberitahu keluarganya bahwa ia telah mengalami luka karena dirinya sendiri. Keluarganya mendapati dia terseok dalam sebuah kursi roda, lumpuh, begitu lemah untuk mengangkat kepalanya, dan tidak dapat menerima telepon. Baru setelah tuntutan kuat dari keluarganya untuk pembebasan karena alasan kesehatan lalu ia dikirim ke sebuah rumah sakit untuk perawatan.
Tidak lama setelah itu, pada tanggal 15 April, keluarganya menerima sebuah pemberitahuan dari rumah sakit, mengatakan bahwa Mr. Xiong berada dalam kondisi kritis. Ia memasuki kondisi shock dan tekanan darahnya turun hingga 40/21. Dengan permohonan yang berulang-ulang dari pihak keluarga dan bantuan dari teman-temannya serta sanak familinya, Mr. Xiong bersih dari semua tuduhan dan dibebaskan pada tanggal 19 April.
Mr. Xiong Wenqi menurut perkiraan beratnya sekitar 200 pound sebelum ia ditahan, namun beratnya menjadi 100 pound lebih sedikit setelah ia dibebaskan.
Oleh Lin Yu
English Version Available at http://en.epochtimes.com/news/7-8-31/59104.html