FBI Selidiki Para Pemimpin Mahasiswa Tionghoa di Universitas AS Timur

Para agen khusus Luar Negeri China melarikan diri kembali ke China

The Epoch Times, 27 Agustus 2007

Pada tanggal 22 Agustus, Mr. Xu Shuiliang, kepala editor Chinese Net Digest, dan seorang aktivis demokrasi senior, memberitahu The Epoch Times bahwa dua bulan yang lalu, FBI telah mewawancarai beberapa pemimpin Perkumpulan Sarjana dan Mahasiswa Tionghoa (CSSA) di berbagai universitas di seluruh bagian timur Amerika Serikat.

FBI juga telah mengirimkan banyak agen rahasianya ke berbagai universitas tersebut. Kini hampir semua pemimpin CSSA di berbagai universitas AS timur berada dalam pengawasan.

Mr. Wang dari New York City (yang menolak menyebutkan nama lengkapnya) memberitahu wartawan bahwa dalam beberapa hari terakhir, karena tekanan dari penyelidikan FBI, beberapa agen khusus Beijing yang bermarkas pada berbagai perkumpulan Tionghoa di New York telah melarikan diri ke China. Mr. Xu mengatakan ketika FBI mulai menyelidiki kasus serupa di waktu lalu, para agen khusus China yang sedang menyamar di antara para aktivis demokrasi juga melarikan diri kembali ke China. Kali ini penyelidikan FBI sangat tajam, dan para agen khusus Beijing khususnya telah terintimidasi.

Mr. Xu mengatakan bahwa FBI nampaknya lebih menaruh perhatian terhadap para agen khusus Partai Komunis China. Ini merupakan hasil dari berbagai sumber pemberitaan independen, seperti The Epoch Times, yang mengekspos kegiatan rahasia PKC di Amerika Serikat. Mr. Xu mengatakan bahwa warga Amerika belum sepenuhnya memahami betapa jahatnya PKC itu, dan oleh karena itu media independen perlu terus mengeksposnya. Ini akan membantu Amerika Serikat untuk mengambil tindakan terhadap para agen khusus tersebut dan mempelajari lebih banyak tentang keadaan sebenarnya dari PKC dan China.

Para Pemimpin CSSA adalah Para Agen Rahasia PKC

Mr. Xu mengatakan hampir seluruh anggota CSSA berada di bawah pengendalian dari para Konsulat China dan menjadi bagian dari organisasi khusus PKC. CSSA secara resmi tidak berhubungan dengan PKC namun mereka bekerja di bawah kedok kegiatan-kegiatan rekreasi sosial.

Menurut Mr. Xu, bukan hanya para mahasiswa Amerika, tetapi juga banyak mahasiswa Tionghoa (China), tidak mengetahui tentang hal ini. Tentu saja, tidak semua mahasiswa di dalam CSSA adalah anggota PKC atau agen rahasia, namun secara normal, para pemimpin CSSA adalah ditunjuk oleh PKC. Ini mengingatkan kembali ketika PKC didirikan, ketika ia selalu menggunakan kelompok-kelompok bawah tanah seperti persaturan buruh atau mahasiswa untuk mencapai tujuannya.

Penyelidikan FBI Kagetkan Agen Khusus PKC

Mr. Xu berpendapat bahwa pergerakan FBI telah berpengaruh besar dalam menghentikan para agen khusus PKC. Banyak mahasiswa China ingin tinggal di Amerika Serikat setelah mereka menyelesaikan belajarnya. Sekali pemerintah AS menemukan kegiatan-kegiatan mereka dan mengambil langkah-langkah, pelajaran dan karir para mahasiswa itu akan berada dalam bahaya. Oleh karena itu penyelidikan FBI mengintimidasi para pemimpin CSSA.

Menurut Mr. Xu, banyak mahasiswa China tidak benar-benar memahami sistem dan hukum di Amerika Serikat dan masih hidup di bawah bayang-bayang PKC. Mereka pikir PKC masih memberikan perlindungan terhadap mereka di Amerika Serikat, dan mereka bekerja mencari keuntungan dan tidak merasa takut. Para mahasiswa ini bahkan mungkin tidak tahu apa yang mereka lakukan itu adalah ilegal di Amerika. Mereka juga adalah korban.

Laporan Media Independen China Mendapat Perhatian FBI

FBI baru-baru ini menaruh sebuah iklan di sebuah surat kabar Tionghoa yang beredar di San Francisco, mencoba mengumpulkan informasi tentang kegiatan ilegal para agen khusus PKC dari penduduk warga Tionghoa. Pada tanggal 26 Juli 2007, Direktur FBI Robert Mueller mengatakan pada sebuah acara tatap muka di Kongres AS, bahwa spionase China telah menciptakan ancaman yang kuat terhadap Amerika Serikat. Mr. Xu berpendapat bahwa perhatian FBI terhadap para agen khusus PKC berasal dari upaya-upaya yang terus menerus dari The Epoch Times dalam mengekspos mereka.

Mr. Xu meyakini bahwa meskipun FBI tengah mengawasi kegiatan-kegiatan PKC di Amerika Serikat dan pergerakannya di tengah mahasiswa, mereka tidak benar-benar mengetahui bagaimana cara kerja PKC. FBI tidak mengira atau menyadari bahwa PKC dapat sejahat ini, atau bahwa ia dapat merubah banyak orang menjadi agennya di Amerika. Laporan-laporan The Epoch Times telah mendapat perhatian dari pemerintah AS dan FBI.

Lihat berita dalam bahasa Inggris, klik di sini.

 

Tinggalkan Balasan